Kisah Backpack Merah

foto Zalora

Ini adalah kisah backpack kecil yang sekarang menjadi favorit saya untuk jalan-jalan. Warnanya merah, mencolok sekali kelihatannya. Sebenarnya bentuknya biasa saja, namun multifungsi. Tampaknya kecil tapi muat banyak, mulai kamera, baju, alat mandi sampai sepatu. Saya menggunakannya sebagai pelengkap backpack utama, pas traveling si backpack merah fungsinya sebagai daypack. Sementara backpack besar saya tinggal di hotel.

Oia, saya lupa mengenalkan jatidiri Si Backpack Merah. Seperti remaja yang gemar menamai barangnya, saya menamai backpack merah saya dengan nama “Red Square”. Saya tak peduli arti namanya, yang penting terlihat keren dan hits. Dengan Red Square saya bisa tampil sedikit gaya namun juga bisa tetap memuat barang dengan kapasitas lumayan. Contohnya model Right Pack, salah satu model Jansport yang abadi. Dengan lapisan kulit di bagian bawah, model ini sudah eksis sejak tahun 1970an sampai sekarang. Atau yang paling banyak terlihat di jalanan adalah model Superbreak, dengan 1 warna dengan model yang sangat minimalis namun tetap casual dan trendy saat dipakai.

Backpack merah saya ini produk buatan brand Amerika, Jansport. Sejak berdiri di tahun 1960-an, Jansport yang dinamai oleh nama pendirinya Janice “Jan” Lewis telah menjadi salah satu brand yang populer dan menjadi salah satu simbol mode backpack. Yang membuat saya jatuh cinta pada brand ini adalah modelnya yang simple dan ikonik, kemudian modelnya menjadi inspirasi banyak brand tas/backpack lainnya.

Masalah pertama adalah saya di Garut dan untuk mendapatkan tas ini harus ada sedikit effort. Setahu saya toko terdekat yang menjual Jansport adanya di Bandung, atau harus ke Jakarta. Wah, membuang banyak waktu dan tidak efektif sekali. Mau nitip kolega yang ada di luar negeri juga malah ribet, takut kena bea masuk yang aneh-aneh atau waktu kirim yang lama. Coba cari-cari di internet, buka forum-forum atau lapak yang biasa jualan di internet tak menemukan yang cocok.

Masalah kedua adalah brand terkenal pasti banyak barang tiruannya. Saya tidak mau itu karena pasti berpengaruh pada kualitas barang. Saya sendiri lebih memilih untuk membayar sedikit lebih mahal asalkan mendapatkan barang asli, karena pastinya “ada harga, ada kualitas”.

Di tengah kebingungan untuk membali backpack itu, pacar saya memberikan solusi agar membeli melalui situs web belanja fashion. Hmm awalnya saya cukup ragu karena saya belum tahu model belanjanya ataupun kualitas pelayanannya. Saya memang tidak terlalu percaya dengan web jualan di internet, bahkan jika harus membeli barang di internet saya memaksakan untuk COD / bertemu dengan penjualnya untuk pengantaran/pengambilan barang.

Dari sekian banyak situs fashion online akhirnya saya memilih Zalora, the only one fashion online yang menawarkan tas yang saya idam-idamkan. Terus terang ini rekomendasi pacar saya yang pernah berbelanja disana. Menurutnya barang-barang yang dijual di web ini asli, bagus dan harganya pun bersaing.

Segera saya meluncur ke situs Zalora dan seolah menemukan apa yang saya inginkan, backpack Jansport dengan beberapa model dan pilihan warna yang menarik.  Tipe Right Pack yang jadi “kepinginan” saya pun terdisplay di homepagenya. Saya kemudian memilih warna merah. Oia, jika ingin belanja model atau brand lain pun tersedia. Tinggal di shortlist saja pengin brand apa, model apa dan warna apa. Sesimple itu.

Nah ketika menunggu barang datang saya sempat berdebar-debar, maklum pengalaman pertama. Namun ketika datang akhirnya voila! Lega rasanya. Tas merah yang saya idam-idamkan datang juga. Dibungkus dengan rapi dan juga tempo pengiriman yang cukup cepat membuat saya puas dengan pelayanannya. Terima kasih Zalora yang membuat nafsu saya akan si merah terpuaskan.

Barang yang datang sesuai spesifikasi. Jansport tipe Right Pack, warna merah. Bahkan ketika datang, saya langsung mengajak tas yang saya namai Red Square ini jalan-jalan memotret sunrise. Berisikan kamera dan lensa-lensanya, baju ganti dan beberapa alat lainnya, backpack ini mantap menempel di punggung saya dan enak diajak kemana-mana.Ukurannya 25 liter, cocoknya memang untuk dijadikan daypack atau tas kedua setelah tas utama. Dan dengan kapasitasnya, backpack ini sangat tepat dijadikan wadah peralatan untuk mobile kemana-mana.

So far, saya sudah ajak Red Square ini melanglang buana ke beberapa daerah. Dan semoga kedepannya akan terus menemani saya dalam perjalanan saya selanjutnya.

Tabik.

About these ads

One thought on “Kisah Backpack Merah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s