Menilik Bayan Nan Kuno

dimuat juga di : http://www.backpackinmagazine.com/menilik-bayan-nan-kuno/

 

Nun jauh di kaki Rinjani, di sebuah bukit dimana seseorang bisa mnatap Rinjani dan jika menatap arah sebaliknya bisa menatap lautan luas.tempat ini mengandung aura spiritualitas yang tinggi, konon katanya masyarakat disana adalah komunitas muslim pertama yang ada di Lombok.

Sekitar abad 17, satu komunitas dari Jawa berlabuh di pesisir utara Lombok. kemudian menetap di daerah Bayan, dan mendirikan sebuah masjid dan memulai kegiatan dakwah di Lombok.masjid itu bernama Masjid Bayan Beleq, masjid dengan sokoguru dari kayu, beratap rumbia, berlantai tanah dan berdinding anyaman bambu.

Dan di situlah saya berhenti dan kemudian bercakap-cakap dengan salah satu keturunan generasi pertama penyebar agama islam di Lombok. Kemudian beliau menuturkan, masjid Bayan ini masjid bersejarah. sejak berdiri sampai dengan sekarang belum pernah dipugar. hanya direnovasi untuk mengganti dinding dan atap jika sudah lapuk. di dalam masjid terdapat ornamen bergambar ikan yang dipasang di atap, menandakan mata pencaharian masyarakat Bayan waktu itu,selain tentunya bercocok tanam.

Masjid Bayan hanya dibuka di hari-hari besar keagamaan, dan yang diperbolehkan sholat di dalamnya hanya para alim ulama dan pemuka agama di Bayan. Masyarakat Bayan, masih membawa tradisi dari Jawa, dimana para keturunan laki-laki masih menyandang gelar Raden.

Kemudian terjadilah akulturasi dengan masyarakat suku Sasak setempat. dimana para perempuan tidak menyandang gelar kebangsawanan Jawa seperti Raden Roro atau Raden Ayu, akan tetapi menyandang gelar Baiq. Di sekitar masjid bayan Beleq, terdapat beberapa makam tua, yang merupakan makam para leluhur masyarakat Bayan penyebar agama Islam di Lombok.

Sayangnya kepedulian bangsa sendiri terhadap keberadaan Masjid Bayan ini kurang, padahal komunitas ini memiliki sejarah Bayan yang tertulis lengkap dan tertulis di Lontar Bayan. Lontar ini diwariskan turun-temurun kepada pewaris yang dipilih. Namun sedikit sekali yang berkenan menggali sejarah, justru lebih banyak peneliti dari Belanda yang mempelajari sejarah Bayan.

Saya sarankan, jika anda ke Lombok, jangan hanya menikmati Pantai dan Rinjani. nun di desa kecil di Bayan, Lombok Utara. anda bisa menemukan kedamaian, spiritualias, dan sejarah berbalut budaya.

2 thoughts on “Menilik Bayan Nan Kuno

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s