God Save The Backpackers

Saya percaya kalo setiap backpacker memiliki semacam feel yang sama yang saya sendiri tidak bisa menjelaskannya. semacam ada passion yang sama, indikasinya adalah walau baru pertama kali bertemu tapi sesama backpacker langsung akrab, seolah sudah kenal lama. entah disebut apa hal-hal seperti itu, semacam ada perasaan yang menautkan sesama backpacker di seluruh dunia.

seperti siang ini, adik kelas saya Bintar yang juga seorang backpacker mengirim BBM pada saya tentang temannya backpacker dari Prancis yang menanyakan transportasi dari Garut ke Jogja. akhirnya saya pun menelepon dua orang backpacker tersebut dan rupanya mereka sedang dalam perjalanan menuju Garut.

jam 4 akhirnya Julien si backpacker Perancis tadi menelepon, saya pun bercakap-cakap dengannya sebentar sampai membuat orang kantor bengong karena saya menelepon dengan bahasa inggris. lalu saya menuju tempat Julien berada yaitu di Cikuray, sekitar 10 menit dari kantor.

disana Julien dan temannya Riley sudah menunggu, saya memesan minuman dan kami terlibat percakapan akrab, tanpa sekat dan hangat. Julien rupanya baru memulai perjalanannya keliling Indonesia, setelah sebelumnya dari Malaysia. Di Malaysialah, Julien bertemu Bintar dan dari Bintar-lah Julian bertemu saya.

gaya Backpacker Julien ini agak unik, dia mengaku tidak mau memakai Lonely Planet seperti kebanyakan backpacker dari luar. menurutnya Lonely Planet hanya akan membuat trip menjadi monoton mengikuti petunjuk Lonely Planet. bagi dia, perjalanan yang menarik adalah tanpa rencana, dan lebih banyak berinteraksi dengan orang lokal dan itulah yang membuat perjalanannya menarik.

Julien dan Riley adalah orang yang mencari kebahagiaan dalam hidupnya, mereka berbackpacker setelah merasa hidupnya stuck. lalu mereka keluar dari pekerjaannya dan mulai keliling dunia, sesuatu hal yang bisa membuat mereka bahagia dan tertawa.

Julien tampak senang saat saya ajak ke Ceplak, sebuah pusat kuliner di Garut. kami makan malam disana, Julien memesan sate ayam dan sapi dicampur, sementara Riley memesan bebek bakar, saya sendiri ayam bakar. mereka banyak berinteraksi dengan orang Garut dan banyak bertanya tentang kehidupan di Indonesia yang menurut mereka banyak sekali orang tersenyum dimana-mana.

dari ceritanya, ternyata setelah dari Garut, Julien akan menuju Jogja lalu mungkin akan ke Bali, Lombok makin ke timur lalu ke Filipina, itu yang dia ceritakan kepada saya. kami pun saling berbagi informasi, Julien menceritakan tentang Thailand dan saya memberi tahu  Julien tentang Indonesia. mungkin dengan itulah para  backpacker saling berhubungan, dengan saling sharing informasi, dengan saling membantu dan begitulah memang cara backpacker berkomunikasi. simple namun kuat.

hari ini banyak insight yang saya dapat dari pertemuan dengan 2 backpacker tadi. Julien pun saya antar sampai ke pemberhentian angkot untuk menuju ke Stasiun Cibatu dan segera menuju Jogja untuk bertemu Bintar. semoga Tuhan melindungi mereka berdua. God Save The Backpackers.

6 thoughts on “God Save The Backpackers

  1. di hari minggunya,aku,Bintar,Joko dan mas Aji nemenin mereka ke Prambanan dan Borobudur…keesokan paginya mereka ke Bromo dan sekarang mereka baru saja sampai di Bali,rencana besok mau menjelajah pantai….begitulah kabar yg baru q terima dari Riley…memang sangat menyenangkan klo bisa gabung sesama backpacker y

    • mbak shinta..betul sekali.
      sepengalaman saya sejak menjadi seorang backpacker, yang namanya komunitas backpacker itu borderless, tidak mengenal batas-batas apapun.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s