Mereka (Mungkin) Bukan Pahlawan, Tetapi Mereka Peduli.

gambar dari Rosa Dahlia.

tahun lalu saya mengikuti ACI 2011 dan dipertemukan dengan 59 sosok hebat dari penjuru Indonesia. kami dikirim untuk menjelajahi Indonesia, mengenal Indonesia dari lebih dekat dan itu membuat kami semakin cinta Indonesia.

pasca ACI 2011 selesai, kami pun tidak selesai sampai disini. kecintaan kepada Indonesia tidak selesai sampai berakhirnya program ACI 2011. karena pada medio Oktober – November ada gebrakan dari Rosa Dahlia dari tim Maluku 1 yang menginisiasi program Satu Buku Untuk Indonesia.

berawal dari Rosa Dahlia ini kemudian gerakan Satu Buku mendapatkan sokongan penuh dari 60 petualang ACI 2011. dan bagaikan bola es yang kian membesar, maka satu persatu bahu membahu untuk menyokong keberlangsungan program ini.

foto dari Rosa Dahlia

ini karena murni kecintaan kepada Indonesia dan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak Indonesia yang selama ini tidak diperhatikan dan sulit dijangkau. atas dasar itulah Rosa Dahlia menyelenggarakan Satu Buku Untuk Indonesia, mengirim buku-buku ke daerah dengan harapan anak-anak di pelosok Indonesia bisa menikmati cakrawala ilmu dan jendela dunia melalui buku-buku yang dikirimkan kesana.

berkat rahmat Tuhan akhirnya pada Januari lalu Rosa Dahlia beserta Dharma berhasil mengirimkan buku kepada anak-anak Manusela dan Maraina di Pulau Seram, Maluku. 1000 buku yang terkumpul sudah disalurkan dan sekarang sudah bisa dibaca oleh anak-anak disana.

foto dari : Satu Buku Untuk Indonesia

berhenti sampai disini?

tidak! proyek selanjutnya diinisiasi oleh Nora Lestari dan Diki Irawan dengan Pintu Belajar Tambora, yang akan mengirimkan buku-buku ke Oibura, Tambora, Nusa Tenggara Barat. problem disana sama dengan Manusela atau Maraina dan mayoritas sekolah di pelosok lainnya, kekurangan sarana dan prasarana serta buku bacaan.

foto dari Satu Buku Untuk Indonesia

barisan pun segera kembali dirapatkan agar proyek ini berjalan lancar. hanya atas dasar kecintaan kepada Indonesia – lah gerakan ini ada. kalau bukan kita sendiri siapa yang peduli pada mereka. setelah persiapan yang memakan waktu hampir 2 bulan, akhirnya di akhir Maret nanti tim dari Pintu Belajar Tambora yang merupakan kolaborasi dari Satu Buku Untuk Indonesia dan InIndonesia akan berangkat ke Tambora.

Rosa, Dharma, Diki dan Nora mungkin belum bisa dikatakan pahlawan, tapi mereka peduli kepada Indonesia dan di mata saya, mereka adalah Pahlawan dan Suri Tauladan.

“kenapa membantu? karena kita mampu”

untuk tahu lebih lanjut program ini :

twitter : @1buku , @inIndonesia_ , @rosadahlia , @dikiirawan1

blog : http://1bukuuntukindonesia.wordpress.com/

facebook : http://www.facebook.com/1buku.untuk.indonesia

website : pbt.dwarapala.com

video : http://www.youtube.com/watch?v=R0pE8Ji0Zek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s