Saat Tuhan Tersenyum Paling Manis, Jadilah Maluku.

Jailolo. Foto : Fanny Kristiadhi, ACI 2011.

Saya selalu yakin Tuhan menciptakan Nusantara saat sedang tersenyum, dengan keindahannya, dengan alamnya, dengan budayanya. Tapi saya lebih yakin Tuhan menciptakan Maluku dengan senyumnya yang paling manis.

Betapa tidak, sejak zaman lampau hikayat Maluku dipenuhi kegemilangan-kegemilangan. Tuhan memberikan anugerah berupa rempah yang menjadikan Maluku pusat dunia. Zaman lampau, menuju Maluku serupa dengan Petualangan El Dorado. Mencapai Maluku adalah pencapaian besar Bangsa Barat zaman itu dan bahkan saat semua mata terpukau pada Maluku, maka Bangsa Barat memperbutkan Maluku seolah itu adalah harta karun mereka. Sejarah mencatat 4 bangsa besar di Barat, Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris sibuk memperebutkan Maluku. Bahkan konon nun sebelum bangsa Barat datang karena rempah, Maluku sudah mengirim rempahnya ke berbagai penjuru dunia.

Selain itu Maluku adalah gugusan kepulauan yang molek, ratusan mungkin ribuan kepulauan yang berserak bak mutiara dengan kemilaunya sendiri-sendiri. Al Mulk atau Tanah Kerajaan yang menjadi asal nama Maluku adalah julukan yang pas. Tanah Kerajaan yang Indah ini adalah bukti berkah Tuhan pada Maluku.

Zaman lampau berlalu, beranjak ke zaman kini. Bangsa  Maluku tumbuh bersamaan dengan pesona Maluku yang tetap berkilau. Maluku yang cantik, bersolek makin cantik. Maluku yang menuju modernitas, yang berkembang maju tanpa meninggalkan jejak kebudayaan dan keagungan masa lalunya. Wujud kebanggaan kepada Maluku terwujud dalam bentuk Festival Jailolo 2012, sebuah Festival besar di Halmahera Barat yang dihelat 14 – 19 Mei nanti.

The Amazing of Golden Spice Islands adalah tajuk Festival ini, simbolisasi kejayaan dan keagungan pulau rempah selama berabad-abad. Kembali menengok ke rempah-rempah sebagai emas bangsa Maluku, emas yang membuat Maluku cemerlang. Sungguh menarik jika saya bisa berkunjung kesana, menikmati rekam jejak kejayaan rempah-rempah dan menikmati alam Maluku yang molek.

Halmahera Barat telah membuat hati saya tak bisa berpaling, Jailolo yang membuka mata saya bahwa Maluku itu cantik. Alamnya, rempahnya, budayanya, segalanya. Ada banyak sekali tempat-tempat yang ingin saya kunjungi, ada banyak sekali yang ingin saya temui, ada banyak sekali sejarah yang ingin saya gali dan ada banyak sekali pengalaman dari Maluku yang ingin saya bagi.

Seandainya saya punya waktu kesana, ke Jailolo, ke Halmahera Barat ada beberapa notable place yang akan saya datangi, ada beberapa momen yang ingin saya kejar, ah Kepulauan yang cantik pasti momennya pun akan cantik. Cukup seminggu saja jika ada waktu kesana dan ini beberapa diantaranya yang akan saya kunjungi :

Hari 1 – 14 Mei

Marimbati.         

Wisata Sejarah, di Marimbati inilah rekam jejak kesultanan Jailolo yang dulu pernah memerintah di Jailolo. Saya ingin melayangkan imajinasi, membayangkan bagaimana ramai dan majunya kesultanan Jailolo di zaman itu.

Hari 2 – 15 Mei

Jailolo dan Loloda

Underwater Day, hari ketiga adalah hari menikmati istana bawah laut. Surga yang membuat Jailolo menjadi permata dunia bawah laut. Biota laut dan pengalaman seru di bawah laut adalah santapan lezat di hari ke tiga. Di Loloda selain underwater saya juga ingin menikmati uniknya air terjun yang langsung turun ke laut.

Hari 3 – 16 Mei

Pantai : Susupu, Bobo, Tuada dan menyongsong sunset di Saria.

Mantai, pantai-pantai di Maluku selalu membuat air liur saya meleleh, mata membelalak dan hati berdegup kencang. Menikmati langit yang biru, debur ombak yang syahdu dan setiap bulir pasir yang eksotis.

Hari 4 – 17 Mei

Bobanehena

Kulineran, disini saya pengin merasakan enaknya tuak khas yang katanya rasanya ajib, juga mencicipi Air Guraka sambil menikmati Pisang Mulut Bebek yang membayangkannya saja sudah membuat saya menahan air liur. Selain itu akan turut menikmati pesta ikan bakar sepanjang hari, pokoknya edisi menjejali perut dengan santapan lezat.

Pisang Mulut Bebek. Agung Siregar. ACI 2011.

Hari 5 – 18 Mei

Spicy Day

Karena agendanya adalah serba rempah, maka saya ingin menikmati bagaimana lezatnya rempah Jailolo sehingga di zaman lampau bisa mendunia. Tentunya rempahnya memiliki kekhasan yang tidak didapatkan di daerah lain.

Hari 6 – 19 Mei

Cabaret

Ya, tentu saja menyaksikan puncak acara ini, Cabaret On Sea sekaligus menikmati pesta rempah-rempah. Kenyang perut sekaligus kenyang mata.

Hari 7 – 20 Mei

Sahu

Saya ingin menikmati suasana Desa Sahu, sekaligus berinteraksi dengan penduduk lokal. Menikmati budaya dan kehidupan bersahaja bangsa Jailolo yang murah senyum dan luar biasa.

Tulisan ini saya ikutkan dalam kontes untuk mengikuti Festival Teluk Jailolo. untuk yang ingin ikutan silahkan langsung kesini : http://festivaltelukjailolo.com/id/news_detail/jalan-jalan-gratis-ke-jailolo

 

2 thoughts on “Saat Tuhan Tersenyum Paling Manis, Jadilah Maluku.

  1. hahaha. ini mas satu aktif banget nulis. SALUT! mudah-mudahan bisa nyicip Maluku Utara khususnya Jailolo ya mas🙂

    anw, dari Jailolo ke Loloda ga cukup kalo cuma 1 hari😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s