Menyeberang Ke Gilli Trawangan

Siang sudah memanggang saat saya tiba di Bangsal. Pelabuhan ini adalah pintu menuju firdaus di Lombok, 3 Gilli yang sudah termasyhur hingga seluruh dunia. Mungkin akan sangat banyak orang yang mereferensikan Gilli Trawangan, Gilli Meno dan Gilli Air apabila seseorang menanyakan tentang Lombok.

Saya segera menuju tempat penitipan motor, ada banyak sekali penitipan motor disini. Pengunjung yang ingin ke Gilli biasanya menginapkan motor/mobilnya disini, dijamin aman dan bisa dengan tenang menuju Gilli. Begitu memarkirkan motor saya segera menuju loket untuk membeli karcis kapal menuju Gilli Trawangan, ya tujuan saya memang Gilli Trawangan, Gilli yang paling ramai dan paling mudah dijangkau.

Sebelum kapal berangkat saya menyempatkan diri membeli nasi kepal di warung-warung di sekitar Pelabuhan, harganya cukup murah, dan saya juga memesan segelas es teh manis. Cukup untuk mendinginkan leher di siang yang panas.

Kapal di Bangsal.

Suasana Pelabuhan Bangsal

Suasana Di Kapal

Tiba-tiba terdengar panggilan dari pengeras suara bahwa kapal ke Gilli Trawangan segera berangkat. Saya segera mengambil ransel dan menuju Kapal dengan tergopoh-gopoh. Kapal segera penuh dengan penumpang, wisatawan, warga sekitar dan lambung kapal dijejali berbagai macam barang, mulai dari ransel sampai botol minuman ringan. Kapal sekecil itu seakan tumpah ruah oleh muatan.

Semilir angin membawa saya ke Gilli Trawangan, sepoi-sepoi ini membuat mata saya ingin terkatup, ngantuk sekali. Arus tidak terlalu kencang dan kapal melaju santai. Saya membayangkan nikmat sekali hidup disini, seperti gambaran Imanez dalam lagunya Anak Pantai.

Gilli Trawangan

Gilli.

Kapal sudah merapat di Gilli Trawangan dan siang itu Trawangan tampaknya penuh pengunjung. Segera saya ditawari Cidomo, ada juga yang menawari saya kamar hotel, saya hanya tersenyum dan menampik penawaran itu. Saya berjalan menuju ATM, mengambil sedikit uang dan segera menuju Penginapan Dua Nina, penginapan yang direferensikan tukang perahu pada saya.

Penginapan ini berada di perkampungan, tidak di bibir pantai persis. Pas untuk kalangan backpacker, dengan fasilitas double bed dan kamar mandi dalam. Selain itu pemiliknya yang juga seorang guru, sangat ramah sekali. Begitu tahu saya pun seorang PNS beliau memberikan diskon kepada saya, terima kasih pak.

Seusai menata barang, saya pun berjalan-jalan sebentar menikmati Gilli, siang itu ramai sekali turis yang bersantai dan berjemur. Oleh sais Cidomo saya diberi tahu sebuah tempat bernama Sumur, saya pikir Sumur itu apa. Rupanya kata sasi Cidomo sambil berbisik “Sumur itu SUsu dijeMUR mas..tempat bule-bule telanjang”.. oalaaah.

Tapi rupanya mata saya tidak bisa diajak kompromi, kantuk menyergap dengan cepat dan saya segera kembali ke penginapan untuk beristirahat. Kabarnya suasana malam di Trawangan akan lebih ramai, dan itu yang saya tunggu. menyiapkan diri menikmati suasana malam di Gilli.

Gilli

Gilli.

4 thoughts on “Menyeberang Ke Gilli Trawangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s