Merenung Di Bandung

beberapa pagi lalu saya iseng muter-muter Bandung. di Bandung masih sepi dan matahari masih malu-malu kucing, belum genap sepenggalah. tapi Bandung sudah rame dan riuh rendah. Bandung sedang bergeliat, dari kota yang tenang menjadi kota yang sangat dinamis. dari kota yang dulu sepi, sekarang seramai pasar.

di beberapa sudut Bandung bahkan susah sekali menemukan ruang, ruang hidup hingga ruang setelah mati. saya rasa Bandung sedang mulai kesakitan karena terlalu penuh. saya hanya bisa berdoa, Bandung jangan sampai seperti Jakarta. kasihan warganya, akan susah mendapat ruang saat hidup, begitupun setelah mati.

Tabik.

lokasi : Gasibu, Pasopati dan Makam Pandu, Pasteur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s