Memori Pulau Tangkil

Abaikan foto saat saya masih kurus itu, ini adalah tentang Pulau Tangkil. Tempat wisata pantai di Bandar Lampung yang pernah saya kunjungi beberapa tahun yang lalu.

Berawal dari trip dadakan karena ada pernikahan seorang kawan, saya bermobil bersama beberapa kawan (Mas Al, Taufan, Dimi, Mbak Tri, Mbak Siti) menuju Bandar Lampung. Sungguh menyenangkan, saya merasakan mengendarai mobil di Jalananan Sumatera yang mengular, berkelak-kelok dengan panorama yang indah.

Akhirnya, atas petunjuk pacar Dimi, Harry (sekarang sudah menjadi suami Dimi yang sah) kami melawat sebentar ke Pulau Tangkil. Bersisian dengan Pantai Mutun yang juga menjadi tempat wisata favorit di Bandar Lampung, saya dan rombongan menyeberang dengan kapal kecil bertarif Rp 5.000, oo saja dan lama penyeberangannya pun sekejap.

Pulau Tangkil sepertinya milik pribadi, saat itu saya melihat beberapa tanda-tanda kepemilikan. Di dalamnya terdapat pondok-pondok tempat istirahat kemudian ada juga sarana watersport.

Yang paling menakjubkan adalah pasir putihnya yang halus, dilatarbelakangi punggungan bukit Bandar Lampung sebagai background. Desir angin yang sepoi-sepoi seolah menahan kaki saya untuk tidak pergi dari Pulau Tangkil, seolah saya ingin tinggal disana.

Saya disana sebentar saja, begitu siang menjelang, kami segera pulang dan kembali ke Jakarta.

Semoga saya bisa ke Pulau Tangkil lagi. Amin.

6 thoughts on “Memori Pulau Tangkil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s