Na Na Na Na

Aliaune Badara Akon Thiam mungkin tidak menyangka kepindahannya ke Amerika dari Senegal adalah keputusan yang tepat. Tumbuh sebagai muslim Senegal, Akon kecil belajar berbagai macam alat musik, dari yang modern seperti gitar, sampai alat musik tradisional, Jembe. Akar musik kuat inilah yang menjadikannya seorang komposer musik HipHop/RnB ternama dengan musik-musik yang mampu membuat kepala bergoyang tanpa sadar.

Saya tidak begitu menyimak musik-musik dari Akon, karena dulu saya menganggap musik-musik HipHop/RnB a la Akon dan kawan-kawan terlalu cheesy, terlalu ringan, bahkan saya anggap musik-musik Akon bukanlah musik HipHop yang sesungguhnya. Kepala dan telinga saya terlalu keras untuk sekedar mendengarkan musik-musik Akon.

Ya, saya tumbuh dalam apa yang disebut pertarungan HipHop West Coast dan East Coast. Influence HipHop dimulai kelas 1 SMA, saat mulai intensif mendengarkan Eminem, berlanjut ke Dr. Dre, Jay-Z, P-Diddy, Snoop Dog, kenal dengan Notorious B.I.G, 2Pac, Wu Tang Clan, DMX, Nas, House Of Pain, Arrested Developmetdi dalam negeri saat itu saya kenal Jahanam, Kungpow Chicken, Sweet Martabak, saat itu Saykoji belum ada. Influence-influence mereka itulah yang membuat saya rajin membeli jaket gombrong, jumper, membuat celana longgar, menabung untuk beli sepatu adidas dan memakai topi baseball ke sekolah. Masa SMA saya agak alay ya rupanya?

Musik-musik mereka menemani saat saat belajar di rumah, berbekal CD bajakan atau mengcopy MP3 dari kawan saya, Blepi. Selain dari CD dan MP3 tadi, saya bersyukur saat itu Unimma FM membuat 1 kanal khusus untuk para pecinta HipHop, seringkali saya request lagu disana, tentunya dengan nama samaran yang dibuat kehip-hop, hip-hopan. Hahaha.

Kesukaan saya pada Hip Hop itulah yang membuat saya belajar rap secara otodidak dan akhirnyadiajak bergabung ke grup band Hip Hop SMA pertama di Magelang, Colour Ijo. Ya, saya cukup bangga bisa masuk ke dalam grup band itu, saya mengenal arti persaudaraan disana. Dan dari situlah cakrawala musik saya terbuka. Mengenal berbagai jenis musik dan aliran. Yang jelas gara-gara di band itu saya pernah diberi bunga mawar putih oleh adik kelas saat saya manggung di pensi SMA. Hahaha. Masa lalu.

Sani, Haris, Lutfi, Tissa, Saya, Dhimas dan Romi

ini logo buatan saya.. haha.

Walaupun hancur-hancuran, saya lumayan bisa rap. Kawan saya se band, Haris lebih jago dari saya. Dia mampu merepet kata 2 kali lebih cepat dari saya tanpa kehilangan napas. Saya rutin melatih rap sampai lulus SMA. Ironisnya saya berhenti nge-rap saat hendak masuk UKM musik di Kampus saya. Saya kecewa karena saat daftar UKM, senior seolah tidak percaya saya bisa ngerap, menanyakan saya bisa ngerap lagu Kungpow Chicken atau tidak. Dalam hati saya bilang, bisa ngerap lagunya DMX, tapi senior menyuruh saya ngerap lagu yang beat rap nya lebih pelan? ini bercanda, saya diremehkan. Saya memutuskan untuk tidak ikut UKM musik. Dulu saya angkuh sekali ya? Hahaha.

Akhirnya jelas, Hiphop tidak mendapat scene di musik kampus, tidak terakomodir. Jadilah saya hanya mendengar saja dan tidak mengasah skill rap saya lagi. Influence saya tetap musik-musik hiphop dari artis-artis yang saya sebutkan di atas. Sampai saya bertemu pacar saya.

Pacar saya, dulu seorang dancer, dia pun hobi menari sampai sekarang walaupun saya belum pernah melihatnya menari.  Nah, pacar saya ini sama-sama pecinta HipHop tapi HipHop pacar saya adalah HipHop dance, RnB dan semacamnya, pokoknya musik-musik untuk dance dengan sedikit rap. Sementara saya anti dengan musik-musik semacam itu. Dia getol meminta saya mendengarkan musik-musik semacam itu dan saya keukeuh menolak.

Tapi saya penasaran juga dengan lagu-lagu yang direferensikan pacar, akhirnya saya coba buka youtube dan lagu pertama yang saya coba dengarkan adalah lagu Right Now-nya Akon. Dan tanpa sadar kepala saya bergoyang-goyang sendiri, tangan terangkat ke atas dan badan tanpa sadar mengikuti irama lagu.

Ah, ternyata HipHop dance enak juga. Dengan malu-malu saya sms “musiknya Akon enak juga” dan pacar saya cuma terbahak saat saya telepon. “Tuh kaaaan, makanya dengerin duluuu..” begitu katanya sambil terbahak-bahak. 1-0 untuk pacar saya.

Jadi inti tulisan yang tidak jelas ini apa? lagu Akon yang bagus? bukan, intinya sih jangan terlalu kaku dan bergengsi tinggi. Seperti saya yang menerima lagu-lagu pacar saya dan ikut menikmati selera pacar saya. Seperti kata pacar saya, “makanya dengerin duluu..” seharusnya sesuatu itu dilihat secara utuh dahulu, dilihat dari 2 sisi secara objektif sebelum menjustifikasi sesuatu.

Oia, lagu-lagu HipHop dance enak juga kog didengarkan sambil kerja. Lumayan membuat semangat dan kadang tanpa sadar saya bergoyang-goyang sendiri di meja kerja. Dari pacar saya akhirnya saya tahu Flo Rida, Pitbull, Calvin Harris, Far East Movement, dan grup hiphop dance yang semarga dengan itu.

Pokoknya terima kasih Akon. Nanananana.

nb : dulu saya sempat beberapa kali menulis tentang HipHop sebelum kenal pacar saya, tulisan amatiran. Bisa dibaca disini :

1. Ngerap/Mc’s

2. Islam dan Hiphop

Tabik.

4 thoughts on “Na Na Na Na

  1. Listening to Hip Hop is not a crime, not a sin either, so feel free😀
    Pelarian kala penat dg headbang atau alunan sendu shoegaze

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s