Wawan

Saya dan Wawan, Ketep, 2007.

Saya berkenalan dengannya pada saat masuk kuliah hari pertama, sosok bongsor bertopi di sudut kelas itu tampak diam saja. Saya baru tahu kemudian namanya Bakti Kurniawan, saya panggil dia Wawan. Ternyata kami satu daerah asal, Magelang. Wawan dari Muntilan dan saya dari Mungkid. Semasa di kampus, Wawan adalah sahabat sekaligus kakak bagi saya. Sahabat karena kami pernah menghabiskan waktu – waktu tak penting di kampus dengan bertingkah tidak jelas. Kakak karena Wawan lebih tua dari saya dan saya menganggapnya sosok yang saya hormati dan selalu saya dengarkan pendapatnya.

Sebagai sahabat selalu ada pasang surut, pernah kami bertengkar, marah-marahan, tapi tak lama kami sudah kembali bercengkerama, tertawa bersama. Kami pernah bermotor ke Solo lewat Selo dengan duit pas pasan, pernah juga mengelilingi Semarang dengan berjalan kaki sampai kepayahan. Di Kampus, Wawan bukanlah seorang yang menonjol. Kerja keras dan tekun adalah kerja kerasnya, dia mungkin adalah salah kawan seorang dengan idealisme dan dedikasi yang pernah saya kenal.

Kami satu kampus selama 3 tahun, kemudian kami berpisah setelah lulus sampai sekarang. Saya di Garut, dia di Watampone. Berjarak ribuan kilometer jauhnya. Wawan mungkin adalah orang paling teguh yang pernah saya kenal, terpisah ribuan kilometer dengan Istrinya, Sita dan anaknya yang cantik Zahwa di Surabaya tanpa pernah mengeluh.

Wawan adalah …….

Wan,Saya juga kehabisan kata-kata untuk melukiskan perkawanan kita. Yang jelas wan, saya selalu mendoakanmu semoga sukses selalu dan semoga kita bisa sekantor lagi, entah kapan. Tak terasa sudah hampir 8 tahun kita berkawan.

10 thoughts on “Wawan

  1. aseeeem, berkaca-kaca aku bro baca ini,,,hahahaha..
    Zahwa pengen ketemu om Sinchan tuh, lum pernah ketemu lagi tho sejak lahiran…dah kemayu lho sekarang…hehehehe. (padune ben ndang kepengen duwe dewe) hihihihi.

    Aq malah gak produktif nih bro, mau nulis eh malah foto2 di harddisk kena virus semua format .jpg nya,,,😦 baru mau ngumpulin dari temen2 yang masih nyimpen,, malah jadi kelamaan gak nulis lagi,,hehehe. Soale kan intine tulisanku bukan nulis ning pamer foto (karena lum bisa bercerita bagus kayak om Sinchan..hehehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s