Sore Yang Sibuk Di Little India

DSC_1122

Singapura, salah satu tempat traveling yang cukup berkesan bagi saya. Bukan karena persoalan bangunan-bangunan bagus, bangunan-bangunan indah dan monumental, jalanan yang bersih dan rapi, bukan itu semua. Singapura memberi kesan bagi saya karena Singapura adalah melting pot raksasa bagi berbagai suku bangsa. Tempat pertemuan berbagai bangsa dari berbagai penjuru dunia.

Sungguh menarik, negara kota yang mungkin luasnya seujung kuku Jawa tapi menjadi tempat pertemuan budaya antar bangsa. Jika mengamati lebih dalam, di Singapura beberapa distrik dinamai dengan nama bangsa yang bermukim di area tersebut, tersebutlah Chinatown, Bugis Street, Arab Street/Kampong Jawa, dan Little India. Awalnya mungkin itu adalah segregasi yang dibuat kolonial Inggris untuk memisahkan pemukiman penduduk Singapura yang berasal dari berbagai bangsa, hal yang jamak dilakukan oleh pemerintahan kolonial. Namun sekarang hal itu justru adalah aset sosial budaya yang menarik bagi Singapura dengan berbagai ciri khas masing-masing.

Salah satu distrik yang terbesar dan menjadi tujuan wisata adalah Little India, seperti namanya disini adalah pusat konsentrasi etnis India di Singapura. Secara demografi,komposisi  etnis India di Singapura berjumlah 7 % dari total penduduk Singapura, etnis ketiga terbesar di Singapure setelah China dan Melayu. Maka tak heran jika di Singapura akan mudah sekali bertemu orang-orang India.

Datanglah saat senja mulai datang di akhir pekan di Little India dimana ribuan, mungkin puluhan ribu orang India menyemut memenuhi jalanan, memenuhi gang-gang dan riuh sibuk di toko-toko. Berjalan pun musti ekstra hati-hati, salah-salah bisa tergencet. Tapi bagi saya ini adalah pemandangan luar biasa, Little India menjadi pusat kesibukan, pusat pertemuan orang-orang India seusai kerja.

Ketika senja sudah tergelincir, jalanan semakin ramai. Masjid dipenuhi orang yang akan sholat, sementara antrian juga terjadi di pintu kuil-kuil, mereka mengantri untuk melakukan persembahan. Deru klakson mobil yang berjalan merambat beradu dengan bahasa Hindi yang diucapkan. Saya seolah tak berada di Singapura, tapi berada di sebuah sudut pasar di Mumbai sana.

Apa yang mereka lakukan? ada yang jongkok-jongkok di tanah, ada yang ngobrol sibuk, ada yang memamerkan telepon selular barunya, ada yang makan camilan, apa saja. Menarik dan unik, sesuatu yang belum pernah saya temui di tanah air. Tampaknya orang-orang India ini berkumpul, menyemut untuk melepas penat seusai kerja.

Cekrek-cekrek, satu dua jepretan saya tembakkan sambil terhuyung-huyung karena desakan lalu lalang pejalan kaki yang terburu-buru. Dengan cepat saya memasukkan kamera ke tas, lalu saya ikut riuh dalam kesibukan jalanan ini, ikut masuk ke toko India yang penuh sesak dan ikut makan di kedai India yang pegawainya sudah kepayahan melayani pengunjung yang datang membanjir.

Melelahkan namun menarik sekali, menikmati sore yang sibuk di Little India.

Tabik.

DSC_1120

 

DSC_1119

6 thoughts on “Sore Yang Sibuk Di Little India

  1. Yang pertama kali tinggal di Singapura adalah ras bangsa melayu karena awalnya dikuasai oleh kerajaan melayu seperti kerajaan Sriwijaya dan kesultanan Johor. Kemudian datang Inggris, menjajah Singapura.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s