Bootcamp Batu Hijau 7 : Maluk dan Cetak Biru Pariwisata.

166010_10200616047142561_766064865_n

 

 

Bentuk CSR dan Community Development dari Newmont Nusa Tenggara memang sangat banyak dan beragam bentuknya, hanya saja sedikit sekali yang menyentuh bidang pariwisata. Tapi bukan berarti tidak ada, salah satu bentuk kepedulian dari Newmont Nusa Tenggara terhadap dunia pariwisata Sumbawa Barat bisa dilihat di Pantai Maluk.

Pantai Maluk sendiri adalah pantai wisata paling dekat dengan lokasi mining Newmont Nusa Tenggara, merupakan sebuah rangkaian pantai di teluk yang luas, air tenang, berpasir putih, tebing-tebing tinggi, langit dan laut biru di kala cerah, satu kata untuk pantai ini, indah. Bagi masyarakat Sumbawa Barat, pantai ini menjadi salah satu rujukan tempat wisata yang cukup menyenangkan, mereka bisa berenang tanpa takut gelombang, bisa pula kayak atau hanya sekedar duduk-duduk dan menyantap makanan sembari menikmati suasana.

Sebelumnya pantai ini tidak tergarap maksimal, kemudian melalui CSR Newmont, maka dibangunlah pondok-pondok warung makan serta sebuah tempat makan yang mampu menampung sampai 50 orang dengan view laut lepas.  Warung-warung tersebut menyajikan makanan yang menurut saya benar-benar nikmat, ada Sepat (Ikan bakar), Dendeng sapi yang menjadi favorit saya, kelapa muda dan banyak makanan lainnya. Jika waktu makan siang, tempat ini akan menjadi spot makan siang favorit bagi beberapa karyawan Newmont dan warga setempat.

Selain itu di sore hari tempat ini menjadi melting pot dan public area bagi masyarakat Maluk, ada yang bermain bola, bermain voli kemudian menikmati senja karena senja di Maluk memang benar-benar membuai, ada juga yang sekedar berenang-renang santai. Wajar, karena pantai ini telah menjadi pantai favorit bagi warga Maluk.

Tak sampai disini, di Maluk juga terdapat penangkaran penyu. Dahulu penyu menjadi salah satu santapan karena dianggap lezat. Begitu populasi penyu menyusut kemudian Newmont membuat penangkaran dan mengedukasi agar tidak lagi mengkonsumsi penyu. Jadilah sekarang penangkaran penyu ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat Maluk terhadap keberlangsungan populasi penyu.

Saya kira ini awal yang bagus, membangun sentra pariwisata agar masyarakat bisa hidup dari pariwisata agar saat Newmont tutup nanti mereka sudah bersiap dengan mata pencaharian baru dan tidak tergantung pada tambang semata. Untuk permulaan cetak biru pengelolaan pariwisata di Maluk yang sudah diinisasi oleh Newmont bisa dicontoh oleh masyarakat lain dan pihak pemerintah daerah.

Tabik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s